Example 1280x250
DaerahHEADLINEPolitik

Sidang Sengketa DCS, KPU Parimo Kekeh Tolak Bacaleg PKN

×

Sidang Sengketa DCS, KPU Parimo Kekeh Tolak Bacaleg PKN

Sebarkan artikel ini
Sidang Sengketa DCS, KPU Parimo Kekeh Tolak Bacaleg PKN
Sidang sengketa DCS yang digelar Bawaslu Parigi Moutong (Foto: Ozhan/Redaksi Rakyat)

Penulis: Moh. Faozan

Parigi Moutong, Redaksi Rakyat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Parigi Moutong, tetap bersikeras melonak Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) yang diajukan Partai Kebangkitan Nasional (PKN), dalam sidang sengketa Daftar Calon Sementara (DCS) di Bawaslu Parigi Moutong, Senin, 4 September 2023.

Dalam sidang itu, ketua Ketua Devisi Hukum, Misbahuddin, menegaskan termohon tetap dengam seluruh pernyataan, keterangan, dalil, dan petitum  yang tertuang dalam jawaban, serta bukti tertulis ataupun penyataan dalam siding sebelumnya.

Kesimpulan tersebut lanjut Misbahuddin, dibacakan guna menjadi bahan pertimbangan majelis pemeriksa dalam mengambil dan memberikan putusan.

“Guna membuktikan seluruh dalil termohon dalam sidang pemeriksaan laporan permohonan penyelesaian sengketa proses Pemilu dalam perkara a quo, telah disampaikan bukti-bukti T1-T17 dihadapan majelis pemeriksa,” jelasnya.

KPU Parimo selaku termhon lanjut dia, tunduk pada Undang-undang nomor 17 tahun 2017, peraturan KPU nomor 10 tahun 2023, putusan Mahkama Konstitusi (MK) nomor: 87/PUU-XX/2022, tertanggal 28 November 2022, dalam putusan angka dua. Keputusan KPU nomor 403 tahun 2023, tentang pedoman teknis verifikasi administrasi dokumen persyaratan anggota DPR RI, DPRD provinsi, dan kabupaten/kota.

Kemudian sambung dia, berdasarkan fakta serta bukti yang diajukan, termohon memohon kepada majelis pemeriksa untuk mengakhiri sengketa a quo dengan putusan dengan amar, menolak dalil-dalil pemohon, menyatakan pemohon tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pelanggaran proses Pemilu.

Selain itu, menyatakan termohon telah melaksanakan tugas, wewenang sesuai dengan peraturan peraturan perundang-undangan, dan kebijakan KPU RI.

“Maka, apabila majelis pemeriksa berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya,” pungkasnya.

Usai mendengarkan kesimpulan dari pemohon dan termohon, Bawaslu Parimo mengakhiri sidang sengketa, dan menjadwalkan kembali pada 8 September 2023, dengan pembacaan keputusan.

%d blogger menyukai ini: