Example 1280x250
HukumNasional

Menteri BUMN Temui Jaksa Agung Burhanuddin

×

Menteri BUMN Temui Jaksa Agung Burhanuddin

Sebarkan artikel ini
Menteri BUMN Temui Jaksa Agung Burhanuddin
Menteri BUMN Erick Thohir saat bertemu dengan Jaksa Agung Burhanuddin pada Senin, 6 Maret 2023. (Foto: Humas Puspenkum Kejaksaan Agung)

Penulis : Roy Lasakka Mardani

JAKARTA, Redaksi RakyatTerkait rencana bersih-bersih di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menemui Jaksa Agung Burhanuddin, pada Senin, 6 Maret 2023.

Menurut Jaksa Agung Burhanuddin, kunjungan silaturahmi Menteri Erick Thohir tersebut dalam rangka mendukung bersih-bersih BUMN.

Namun, kunjungan silaturahmi tersebut rutin dilaksanakan Menteri Erick Thohir, tiga bulan sekali.

“Adapun hal yang menjadi pembicaraan, salah satunya mengenai satu kasus yang rencananya akan diserahkan kepada Kejaksaan Agung. Kasus ini cukup menarik tetapi belum dapat kami sampaikan karena masih dalam tahap pendalaman,” ujar Jaksa Agung Burhanuddin, dalam siaran persnya, Selasa, 7 Maret 2023.

Selain itu, pertemuannya bersama Erick Thohir juga membahas penyelesaian aset-aset dalam perkara PT Asuransi Jiwasraya yang dinilainya cukup menarik dan berhubungan dengan masyarakat luas.

“Kami juga membahas persoalan masa depan Waskita,” katanya.

Sementara itu, Erick Thohir menyampaikan, pertemuan silaturahmi antara dirinya dengan Jaksa Agung Berhanuddin harus berkelanjutan dan sinergitas program.

Tujuannya, untuk mensinkronkan data-data yang perlu ditindaklanjuti.

Selain itu, untuk merapikan dan menyelesaikan persoalan-persoalan terkait PT Asuransi Jiwasraya dan Waskita yang berhubungan dengan kepentingan publik, sebagaimana menjadi prioritas Jaksa Agung.

“Khususnya PT Asuransi Jiwasraya atau Waskita, karena ini tentu banyak berhubungan dengan publik. Jangan sampai publik dikorbankan atau dicederai karena perlindungan terhadap publik menjadi prioritas Bapak Jaksa Agung. Tentu kami dari Kementerian BUMN sangat mendukung posisi Jaksa Agung,” ujar Erick.

Terkait dengan penyerahan aset, kata dia, aset-aset yang sudah diserahkan, salah satunya tentu menyelesaikan surat-surat atau misalnya hasil sitaan Kejaksaan Agung seperti surat berharga senilai Rp3,1 triliun.

Ada pula yang masih dalam proses di tahun ini senilai Rp1,4 Triliun.

Hal ini memang disinkronisasikan dan didorong supaya penyelesaian dari perkara PT Asuransi Jiwasraya jangan tertunda, karena penyelesaian aset secara administrasi saja.

“Saya sangat mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kejaksaan, yang bisa mengawal penyitaan aset seperti surat berharga dalam rangka penyelesaian perkara PT Asuransi Jiwasraya,” pungkasnya.