Gebyar UMKM Sulteng 2022 Resmi Dibuka

oleh -553 Dilihat
Gebyar UMKM Sulteng 2022 Resmi Dibuka
Wakil Gubernur Drs. H. Ma'mun Amir memotong pita sebagai pertanda dibukanya secara resmi gebyar UMKM Sulteng 2022, Jum'at, 19 Agustus 2022. (Foto: dok Humas DKIPS Sulteng)

Sumber : Humas DKIPS Sulteng

PALU, Redaksi Rakyat Semarak Gebyar Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) 2022, yang dilaksanakan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), yang dipusatkan di halaman gedung pusat layanan usaha terpadu (PLUT) KUMKM dibuka secara langsung Wakil Gubernur Drs. H. Ma’mun Amir, Jum’at, 19 Agustus 2022.

Kegiatan gebyar UMKM yang dirangkaikan dengan launching PLUT KUMKM ini dalam rangka memperingati HUT ke-77 Republik Indonesia (RI).
Selain itu, dalam kegiatan ini dirangkaikan pula penandatanganan komitmen bersama dalam mendukung program pemberdayaan dan pengembangan UMKM serta penyerahan bantuan alat pengolahan coklat.

Wagub Ma’mun Amir dalam sambutannya mengatakan, sejalan dengan ini, visi RPJMD pembangunan di Sulteng pada 2021-2026, adalah gerak cepat menuju Sulteng yanh lebih sejahtera. Hal itu dijabarkan ke dalam sembilan misi, diantaranya mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan penguatan kelembagaan dalam rangka penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan maupun meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Demi mendukung kegiatan UMKM, pemerintah telah memprogramkan kegiatan prioritas, yaitu peningkatan kapasitas SDM Koperasi UMKM, percepatan pertumbuhan wirausaha, akses perluasan pasar, akses pembiayaan, Re-desain PLUT, digitalisasi UKM, alokasi 40 persen belanja barang jasa pemerintah untuk produk koperasi UMKM, penyediaan 30 persen tempat promosi usaha UKM pada infrastuktur pabrik.

New PLUT KUMKM, kata dia, muncul sebagai upaya perubahan paradigma dan orientasi pengelolaannya yang lebih ramah terhadap para pelaku usaha dengan capaian kinerja, diantaranya meningkatnya jumlah KUMKM dan wirausaha yang dilayani, UKM yang mendapat perizinan, aset pemasaran termasuk di dunia digital, aset pembiayaan termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan meningkatkan omset.

“Untuk mewujudkan hal itu, maka akan dilaksanakan kerjasama dengan beberapa unsur pemerintah daerah, akademisi, BUMN, Kemenkumham, Kementerian Agama, Badan Amil Zakat Nasional Sulteng, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan Dinas Kesehatan Kota,” ujarnya.

Sebagai pemerintah Sulawesi Tengah, ia memberikan apresiasi dan dukungan atas langkah Dinas Koperasi dan UKM untuk memberdayakan dan memajukan UMKM. Upaya ini sangat sejalan dengan visi gerak cepat menuju Sulawesi Tengah yang lebih sejahtera dan lebih maju.

Melalui gebyar UMKM dan lounching New PLUT KUMKM menjadi jawaban bagi pelaku usaha yang membutuhkan promosi, pendampingan dan konsultasi usaha. Selain itu, dapat memfasilitasi kegiatan misi dagang Sulawesi Tengah Business to Business serta Private to Private serta mencetak usahawan top nasional.

Dia berharap agar instansi terkait tetap melakukan pendampingan, memberikan dorongan maupun bantuan agar pelaku UMKM bisa lebih berkembang dan lebih baik.

“Saya berharap New PLUT KUMKM dapat disosialisasikan dengan baik, agar pelaku usaha mengetahui kehadiran New PLUT serta dapat mengakses berbagai layanan yang ada untuk memajukan usahanya,” tandasnya.