75 Jemaah Haji Asal Kabupaten Parimo Tiba

oleh -78 Dilihat
75 Jemaah Haji Asal Kabupaten Parimo Tiba
Rombongan jemaah haji asal Kabupaten Parimo saat tiba di Indoor Kantor Bupati setempat, Selasa, 9 Agustus 2022. (Foto: RedaksiRakyat.id/ROY LASAKKA MARDANI)

Penulis : Roy Lasakka Mardani

Redaksi Rakyat Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menggelar kegiatan penyambutan kedatangan 75 jemaah haji yang tiba pada Selasa, 9 Agustus 2022.
Kegiatan penyambutan kedatangan 75 jemaah haji ini dipusatkan di gedung Indoor Kantor Bupati Parimo.

“Jemaah haji Kabupaten Parimo ini tergabung dalam kloter empat Embarkasi-Balikpapan, sejumlah 77 orang, ditambah satu orang Tim Petugas Haji Daerah (TPHD),” ujar Kepala Kementerian Agama Kabupaten Parimo, Ahmad Hasni, saat menyampaikan sambutannya.

Menurutnya, patut disyukuri ke 78 jamaah haji tersebut kembali dengan selamat.
Olehnya, ia menyampaikan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada semua pihak, khususnya kepada Pemda setempat.
Sebab, Pemda setempat telah berperan aktif serta membantu kelancaran, sejak dari persiapan hingga kepulangan jemaah haji.
Ia berharap, koordinasi yang dibangun saat ini terus dipelihara dan ditingkatkan di masa yang akan datang.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf, apabila dalam penyelenggaran kegiatan ini, masih ditemui berbagai kelemahan serta kekurangan,” katanya.

Asisten Pemerintahan dan Kesra, Samin Latandu mengatakan, perjalanan panjang dan melelahkan untuk memenuhi panggilan ALLAH SWT, telah menemui hasil dengan harapan menjadi haji yang mabrur.

“Kita ketahui bersama, kemarin di laporkan satu orang jemaah haji yang mengalami masalah Paspor. Namun, saat ini dapat kembali bersama dengan jemaah haji lainnya,” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Parimo.

Dia berharap, predikat haji yang telah diraih dapat dijaga dan diamalkan pada kehidupan sehari-hari, khususnya ditengah-tengah masyarakat dengan lebih meningkatkan ketaqwaan kepada ALLAH SWT.
Selain itu, lebih berhati-hati menjaga tingkah laku karena akan dijadikan panutan bagi keluarga dan masyarakat.

“Ibadah haji yang dilaksanakan tidak hanya menjadi lebih baik bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain, daerah bangsa dan Negara,” pungkasnya.