Tangani Dampak Banjir Torue, Begini Penjelasan Menteri PUPR

oleh -585 Dilihat
Tangani Dampak Banjir Torue, Begini Penjelasan Menteri PUPR
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi sungai Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Agustus 2022. (Foto: Faiz M. Sengka)

Laporan : Roy Lasakka Mardani

Redaksi RakyatMenteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau secara langsung lokasi banjir bandang yang menimbulkan korban meninggal dunia tujuh orang warga di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Selasa, 2 Agustus 2022.
Dalam kunjungannya, Manteri Basuki menyampaikan sejumlah penanganan yang akan dilakukan pihaknya berdasarkan perintah Presiden Joko Widodo, agar dampak banjir di Desa Torue ditangani secepatnya.

Usai meninjau sejumlah lokasi banjir, Menteri Basuki mengatakan, kondisi sungai Torue telah hampir rata dengan ketinggian tanah yang ada di sisi kanan maupun kirinya. Sehingga harus dibuat alur-alurnya dengan membuat Check Dam atau tanggul penghambat yang merupakan bendungan kecil dengan konstruksi sederhana pada bagian hilirnya.

Pada bagian hulu, khusus Bendungan Torue yang dibangun pada 1980-an mengairi sawah seluas kurang lebih 2.200 hektare yang kini terhenti akibat banjir bandang. Untuk melakukan perbaikan akan dilakukan pembuatan alur dengan membangun intake pada sisi kanan dan kiri.
Pembangunan intake ini, kata dia, ditargetkan selesai dalam pekan ini.

“Maksimal tiga, airnya sudah mengairi areal persawahan, karena padi sudah memasuki masa berbunga kedua. Jika tidak dialiri air akan mengalami Puso atau tidak mengeluarkan hasil,” ujarnya.

Saat ini sudah ada satu unit alat berat yang telah beroperasi. Selanjutnya akan ada lagi empat unit alat yang didatangkan.

“Dengan beroperasinya lima alat berat, pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam jangka waktu tiga hari,” katanya.

Sedangkan Bendungan Torue yang jebol akibat banjir bandang akan ditangani secepatnya dengan melakukan pemasangan Geobox dan pembuatan alur.
Pekerjaan itu ditargetkan rampung dalam jangka waktu dua pekan.

Khusus penanganan tanggul sepanjang 500 meter di pesisir pantai di Dusun II Desa Torue yang jebol akibat banjir, juga akan segera ditangani secepatnya.
Sedangkan rumah warga yang rusak berat akan ditangani oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah.

Menurutnya, penanganan pasca bencana banjir bandang di Desa Torue adalah kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan Pemprov Sulawesi Tengah.

“Ini perintah Presiden agar ditangani secara cepat,” tandasnya.