Ratusan Hektare Sawah di Torue Rusak Akibat Banjir

oleh -595 Dilihat
Ratusan Hektare Sawah di Torue Rusak Akibat Banjir
Kondisi salah satu areal persawahan di Desa Torue yang terdampak banjir pada Kamis malam, 28 Juli 2022. (Foto: Istimewa)

Penulis : Roy Lasakka Mardani

Redaksi Rakyat – Seluas 180 hektare areal persawahan di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, rusak akibat banjir yang terjadi pada Kamis malam, 28 Juli 2022.
Hal itu berdasarkan data yang dirilis Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parimo.

Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan di Dinas TPHP Parimo, Dadang, data tersebut berdasarkan kajian cepat yang dilakukan pihaknya.
Dari hasil kajian cepat itu, kurang lebih 700 hektare areal persawahan terendam di Kecamatan Torue dan 636 hektare terendam di Kecamatan Balinggi.

Hanya saja, areal persawahan di Kecamatan Balinggi hanya terendam akibat dampak siklus tahunan.
Namun, pihaknya hingga kini masih melakukan kajian lapangan untuk mengidentifikasi areal persawahan lainnya yang terdampak banjir.

Pasalnya, data tersebut masih bersifat sementara yang kemungkinan akan mengalami ketambahan seiring dengan kajian, yang terus dilakukan.
Kajian tersebut, juga akan dimasukkan ke dalam basis data informasi di posko induk di lokasi bencana banjir di Desa Torue.

Selain merusak areal persawahan, banjir juga menimbulkan kerusakan terhadap jalan kantong produksi pertanian di Desa Torue, termasuk menyumbat saluran irigasi yang mengakibatkan endapan material lumpur.

Bahkan, areal persawahan yang terdampak banjir telah memasuki jadwal tanam. Sehingga mengakibatkan kerugian terhadap para petani.

“Karena para petani telah melakukan tahapan pemupukan,” ujar Dadang, Senin, 1 Agustus 2022.

Atas kondisi tersebut, pihaknya akan melakukan indentifikasi lahan.
Selain itu, mengidentifikasi kebutuhan benih, pupuk serta normalisasi lahan-lahan terdampak agar petani dapat kembali menanam.
Rencananya khusus bantuan kebutuhan sektor pertanian akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng.

Menurutnya dampak bencana banjir ini dipastikan tidak mempengaruhi target produksi tahunan daerah.

“Sebab masih ada wilayah-wilayah sentra yang juga didukung dengan program Indeks Pertanaman 400 (IP400),” tandasnya.