Tinjau Lokasi Banjir Torue, Kepala BNPB: Ini Perintah Presiden

oleh -484 Dilihat
Tinjau Lokasi Banjir Torue, Kepala BNPB: Ini Perintah Presiden
Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto saat mengunjungi lokasi pengungsian korban banjir di Dusun II Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, Ahad, 31 Juli 2022. (Foto: RedaksiRakyat.id/ROY LASAKKA MARDANI)

Penulis : Roy Lasakka Mardani

Redaksi Rakyat – Peninjauan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto atas perintah Presiden Joko Widodo untuk memastikan penanganan pasca bencana banjir di Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, telah dilaksanakan sebagaimana mestinya.

Dalam peninjauannya, Kepala BNPB Suharyanto menyerahkan dana siap pakai senilai Rp 250 juta yang diperuntukan bagi operasional tanggap darurat bencana banjir bandang di Desa Torue.

Menurut Suharyanto, BNPB sebelumnya telah menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke lokasi bencana banjir Desa Torue.
Selain itu, BNPB juga menurunkan pejabat Eselon I dan II.

“Kunjungan kami ke lokasi banjir ini atas instruksi Presiden,” ujar Suharyanto usai meninjau lokasi pengungsian di Dusun II Desa Torue, Kabupaten Parimo, Ahad, 31 Juli 2022.

Dalam penanganan pasca bencana di Kecamatan Torue ada masa tanggap darurat yang dilaksanakan.
Sehingga, dia mengaku mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) setempat yang telah menerapkan tanggap darurat bencana selama 14 hari.

Prioritas masa tanggap darurat untuk memastikan kebutuhan dasar korban bencana terpenuhi.
Selain itu, terkait masih adanya empat warga negara yang hilang dan dalam pencarian hingga statusnya jelas.

Dia berharap, keempat warga negara yang hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kalau tidak pun, dapat diketahui statusnya seperti apa.

“Setelah tanggap darurat diatasi, maka akan masuk pada tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memastikan para korban mendapatkan kembali tempat tinggalnya,” katanya.

Langkah jangka panjang pada tahapan tersebut memiliki dua skema, yakni korban dapat tinggal di lokasi terdampak itu. Sebab, berdasarkan analisa dan evaluasi tidak akan kembali terdampak, sepanjang dilakukan perbaikan.

Skema ke dua, yaitu direlokasi. Sehingga, tidak mungkin lagi para korban kembali tinggal di lokasi tersebut dan harus dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Pemda setempat juga akan menyiapkan lahannya. Sedangkan BNPB serta kementerian terkait akan membantu.

Selain itu, sebagai langkah jangka panjang akan dibuat rencana konvengensi dan tahap pencegahan dengan cara memperbaiki lingkungan.

“Mungkin dibagian hulunya sudah tidak layak lagi, perlu ditanam, ya kita tanami. Mungkin juga memperbaiki daerah resapan air dan membuat embung. Nah, perencanaannya akan dibuat oleh pemerintah,” tandasnya.

Diketahui, Kepala BNPB menyerahkan secara langsung dana siap pakai tanggap darurat tersebut ke Bupati Parimo H. Samsurizal Tombolotutu, dan bantuan peralatan serta logistik yang diserahkan secara simbolis ke korban pengungsian di Dusun II Desa Torue.