Example 1280x250
Nasional

Denda Ratusan Juta Rupiah Intai CPNS yang Mengundurkan Diri

×

Denda Ratusan Juta Rupiah Intai CPNS yang Mengundurkan Diri

Sebarkan artikel ini
Denda Ratusan Juta Rupiah Intai CPNS yang Mengundurkan Diri
Sejumlah peserta mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di UPT Badan Kepagawaian Negara (BKN), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat 3 September 2021. Tes SKD CPNS yang digelar hingga 23 September 2021 tersebut diikuti sebanyak 7.887 peserta dari wilayah Kalsel yang dibagi menjadi empat sesi dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat. (Foto: ANTARA FOTO/Makna Zaezar)

Sumber Artikel : Tempo.co

Redaksi Rakyat – Ratusan calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengundurkan diri, karena gaji dan tunjangan yang tidak sesuai dengan ekspektasi.

Namun, saat CPNS mengundurkan diri, ada sanksi yang harus dibayar mulai Rp50 juta hingga Rp100 juta.

Meskipun dikenakan sanksi, CPNS tampaknya lebih memilih membayar denda.

Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama Badan Kepegawaian Negara Satya Pratama menuturkan sanksi kepada CPNS yang mengundurkan diri diberikan berupa denda, sesuai dengan yang ditetapkan oleh instansi masing-masing.

Misalnya, CPNS Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang mengundurkan diri wajib membayar sanksi sebesar Rp50 juta.

Sementara itu, CPNS Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia yang mengundurkan diri harus membayar sanksi sebesar Rp35 juta.

Lanjutnya, bagi CPNS Badan Intelijen Negara (BIN) yang mengundurkan diri bisa dikenakan denda hingga Rp100 juta.

Menurutnya, CPNS yang mengundurkan diri ini merugikan negara.

“Bila CPNS dinyatakan lulus kemudian mengundurkan diri, kena denda sebesar Rp25 juta. Telah diangkat sebagai CPNS kemudian mengundurkan diri, sebesar Rp 50 juta. Telah diangkat menjadi CPNS dan telah mengikuti Diklat Intelijen tingkat dasar dan diklat lainnya kemudian mengundurkan diri, sebesar Rp100 juta,” pungkasnya.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), CPNS wajib menjalani masa percobaan selama satu tahun. Jika CPNS lulus pendidikan dan pelatihan selama satu tahun, maka akan dinyatakan dan diangkat sebagai PNS.

Kemudian, besaran gaji PNS golongan paling rendah yakni Rp1.560.800 dan paling tertinggi adalah Rp5.901.200.

“Bila CPNS dinyatakan lulus kemudian mengundurkan diri, kena denda sebesar Rp25 juta. Telah diangkat sebagai CPNS kemudian mengundurkan diri, sebesar Rp 50 juta. Telah diangkat menjadi CPNS dan telah mengikuti Diklat Intelijen tingkat dasar dan diklat lainnya kemudian mengundurkan diri, sebesar Rp100 juta,” pungkasnya.

Dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), CPNS wajib menjalani masa percobaan selama satu tahun. Jika CPNS lulus pendidikan dan pelatihan selama satu tahun, maka akan dinyatakan dan diangkat sebagai PNS.

Kemudian, besaran gaji PNS golongan paling rendah yakni Rp1.560.800 dan paling tertinggi adalah Rp5.901.200.

error: Content is protected !!