Delapan Ekor Beo Mentawai Berhasil Diselamatkan dari Penjualan Ilegal

oleh -109 Dilihat
Delapan Ekor Beo Mentawai Berhasil Diselamatkan dari Penjualan Ilegal
Delapan Ekor Beo Mentawai Berhasil Diselamatkan dari Penjualan Ilegal. Foto: Dua burung Beo (Gracula religiosa) berada di dalam keranjang saat rilis kasus di Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (7/1/2022). Balai Karantina Pertanian Kelas I Pontianak bersama TNI/Polri setempat menggagalkan penyelundupan 252 ekor burung jenis Beo (Gracula religiosa), Cucak Hijau (Chloropsis sp), Murai Batu (Copsychus malabaricus), Kapas Tembak (Pycnonotus plumosus) serta Kacer (Copsychus saularis) yang tidak memiliki dokumen resmi yang akan diangkut dengan menggunakan kapal Dharma Rucitra 9 jurusan Pontianak-Semarang pada Jum'at, 7 Januari 2022 dini hari. (Foto: ANTARA/Jessica Helena Wuysang)

Sumber : Republika.co.id

Redaksi RakyatKepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat, Ardi Andono, mengatakan pihaknya bersama Balai Taman Nasional Siberut berhasil mengamankan 8 ekor Beo Mentawai atau Gracula Religiosa Batuensis dalam dua kesempatan penangkapan.

Ardi menjelaskan pertama, pada Sabtu, 23 April 2022, Petugas BTN Siberut menggagalkan penjualan 5 ekor Beo Mentawai di Pelabuhan Simalepet yang hendak dibawa ke Kota Padang dengan kapal Mentawai Fast.

Sehari berselang, Ahad, 24 April 2022, di  Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) Bungus Kota Padang, tim BKSDA Sumbar mengamankan 3 ekor Beo Mentawai yang ditinggalkan pelaku yang lebih dulu telah melarikan diri.

“Beo Mentawai termasuk jenis satwa yang dilindungi berdasarkan Permen LHK No. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Satwa ini dilindungi karena  sudah terancam punah, perburuan akan beo Mentawai ini sangat tinggi mengingat suara dan bentuknya yang khas dan unik,” kata Ardi, Selasa, 26 April 2022.

5 ekor burung yang diamankan pada hari Sabtu lalu menurut Ardi sudah langsung dilepasliarkan kembali ke habitatnya.

Sedangkan 3 ekor yang diamankan di Padang akan dilakukan perawatan di Tempat Transit Satwa Padang untuk selanjutnya akan direlease di Taman Nasional Siberut.

Ardi mengimbau masyarakat untuk tidak menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa dilindungi dalam keaadaan hidup atau mati ataupun berupa bagian tubuh, telur dan merusak sarangnya satwa yang dilindungi.

Perlindungan satwa yang dilindungi menurut Ardi tercantum dalam UU no. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemya. Jika melanggar sanksi hukumnya berupa pidana penjara paling lama Lima tahun dan denda paling banyak seratus juta rupiah.