Rumor Minyak Goreng Palsu, Masyarakat Diminta Jeli Saat Membeli

oleh -573 Dilihat
Wapres Tegaskan Pemerintah Usut Tuntas Kasus Mafia Minyak Goreng
Ilustrasi minyak goreng

Sumber : Republika.co.id

Redaksi Rakyat Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, akan turun ke toko dan pasar tradisional untuk menelusuri informasi terkait minyak goreng palsu yang diduga beredar di daerah ini. Dinas setempat baru mengetahui tentang kabar tersebut.

“Kami nanti akan turun ke toko dan pasar nantinya, apakah betul atau tidak ada minyak goreng palsu beredar di daerah ini,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Mukomuko, Ruri Irwandi, dalam keterangannya di Mukomuko, seperti dilansir dari Republika.co.id, Selasa, 22 Maret 2022.

Ia mengatakan, hal itu menanggapi informasi dari berbagai pihak terkait dugaan minyak goreng palsu beredar di toko dan pasar tradisional yang tersebar di 15 kecamatan daerah ini.

Selain itu, pihaknya perlu berkoordinasi dengan satuan tugas (satgas) atau tim terkait dengan kegiatan pengawasan barang beredar di daerah ini, termasuk pengawasan minyak goreng palsu.

“Pemerintah setempat akan membentuk satgas atau tim khusus untuk melakukan pengawasan barang beredar di toko dan pasar tradisional yang tersebar di daerah ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, anggota satgas atau tim pengawasan barang beredar di daerah ini terdiri dari berbagai instansi dari kepolisian, TNI, kejaksaan dan instansi terkait lainnya. Saat ini, pihaknya belum bisa memastikan ada atau tidak minyak goreng palsu beredar di daerah ini karena baru informasi dan belum riil ditemukan di lapangan.

Kendati demikian, ia menyatakan, masyarakat setempat tetap harus jeli dan berhati-hati dalam membeli minyak goreng di toko dan pasar tradisional di daerah ini.

“Sebelumnya membeli minyak goreng sebaiknya masyarakat cek betul, kemungkinan ada perbedaan antara minyak goreng yang asli dan palsu dari kemasan dan merk minyak goreng tersebut,” ujarnya.

Masyarakat setempat diminta berhati-hati membeli minyak goreng, termasuk berbagai produk lainnya yang sudah habis masa berlakunya atau kedaluwarsa menjelang Bulan Suci Ramadhan tahun ini.