Gelar Pasar Murah, BULOG Prioritaskan Ketersediaan Minyak Goreng

oleh -770 Dilihat
Tampak warga tengah mengantri di pasar murah yang dilaksanakan di Kantor BULOG Kanwil Sulteng di Desa Olaya, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parimo, Jum'at, 11 Maret 2022. (Foto: Wahab Usman)

Laporan: Wahab Usman

Redaksi Rakyat Kegiatan pasar murah yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tengah (Sulteng), memprioritaskan ketersediaan minyak goreng.

“Kegiatan pasar murah ini dilaksanakan di Kantor Disperindag Parimo di Desa Bambalemo, Kantor Bulog di Desa Olaya, Kantor Bulog di Desa Tolai. Banyak warga yang mendatangi pasar murah. Makanya kami menyediakan 3.500 liter minyak goreng di pasar murah yang dilaksanakan di tiga lokasi,” ujar Kepala Bidang Komersial Bulog Kanwil Sulteng, Aan As Ari Wijaya, di lokasi pasar murah, Jum’at, 11 Maret 2022.

Dia mengatakan, dalam kegiatan pasar murah tersebut, minyak goreng menjadi incaran masyarakat.
Meskipun, dalam pasar murah tersebut, juga disediakan komoditas lainnya, seperti telur, tepung terigu, dan gula pasir.

Sedangkan minyak goreng, pihaknya menyediakan sebanyak 3.500 liter yang dibagi di tiga lokasi pasar murah tersebut.

“3.500 liter minyak goreng yang kami sediakan untuk pasar murah di tiga lokasi,” katanya.

Sesuai kerjasama dengan Disperindag Parimo, kata dia, mekanisme pasar murah menggunkan sistem pembagian kupon, agar lebih teratur.
Selain itu, masyarakat juga tidak menunggu lama dan dapat menghindari kerumanan.

“Mengingat, saat ini masih kondisi pandemi COVID-19,” katanya.

Dia menambahkan, pelaksanaan pasar murah tersebut akan dilaksanakan selama dua hari, terhitung hari ini.
Sedangkan ketersedian minyak goreng saat ini masih sangat terbatas dan langka.
Namun, dengan adanya stok minyak goreng yang terbatas, pihaknya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Khusus penjualan minyak goreng dibatasi per orang, maksimal dua liter. Setiap masyarakat yang datang ke pasar murah ini, kami berikan kupon, agar semua masyarakat kebagian,” ucap Aan.

Dijelaskannya, khusus ketersediaan minyak goreng menjelang Bulan Suci Ramadhan belum bisa dipastikan.
Pasalnya, kelangkaan minyak goreng bukan hanya terjadi di Sulawesi Tengah, namun secara nasional.
Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya menyediakan stok minyak goreng dan akan membangun kerjasama dengan Disperindag Sulawesi Tengah, serta distributor yang ada di Kabupaten Parimo.

Berbeda dengan stok komuditas selain minyak goreng, seperti beras, telur ayam, gula pasir dan tepung terigu menjelang Bulan Suci Ramadhan dipastikan aman.
Nantinya, pasar murah akan dilaksanakan kembali menjelang Bulan Suci Ramadhan dengan menyediakan komuditas yang lebih banyak lagi.

Selain itu, pihaknya juga memiliki Rumah Pangan Kita (RPK) semacam outlet penjualan pangan pokok khusus masyarakat yang dibina oleh Perum Bulog.
Tujuannya untuk menjamin ketersediaan pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat sebagai kegiatan stabilisasi harga pangan nasional.

“Kami juga memiliki produk pangan sendiri untuk menjamin ketersediaan pangan nasional, yaitu gula pasir dan tepung terigu dengan harga terjangkau. Gula pasir dan tepung terigu yang kami produksi sendiri itu, juga disediakan di pasar murah,” tandasnya.