Solidaritas Umat Islam Parimo Mengecam Pernyataan Menag Yaqut

oleh -914 Dilihat
Sejumlah perwakilan massa aksi Solidaritas Umat Islam Parimo saat menyampaikan tuntutannya dalam pertemuan bersama pihak Kantor Kementerian Agama setempat, Selasa, 1 Maret 2022. (Foto: Roy L. Mardani)

Laporan : Roy L. Mardani

Redaksi Rakyat – Solidaritas Umat Islam Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menggelar aksi damai mengecam keras pernyataan Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, yang menganalogikan suara Adzan dengan gonggongan anjing, Selasa, 1 Maret 2022.

“Dalam aksi ini, ada beberapa tuntutan yang kami sampaikan terkait pernyataan Menag Yaqut, yang telah melukai Umat Islam di Indonesia, khususnya di Kabupaten Parimo,” ujar koordinator massa aksi Solidaritas Umat Islam Parimo, Muhammad Ikbal.

Dia mengatakan, tuntutan massa aksi yang pertama, yaitu meminta Menag Yaqut, untuk menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Umat Islam.
Sedangkan tuntutan kedua, kata dia, meminta agar surat edaran terkait aturan mengecilkan volume suara Adzan ditarik kembali.

Menurutnya, selama ini tidak ada yang komplen dengan suara Adzan yang dikumandangkan di Masjid.
Sehingga, tidak ada dasar Kementerian Agama mengatur terkait volume suara Adzan.

Apalagi, suara Adzan wajib untuk ditinggikan, karena merupakan syiar Islam.
Apalagi, di Indonesia, khususnya di Kabupaten Parimo, umat Islam merupakan agama Mayoritas.

“Jadi, wajib agar volume suara Adzan ditinggikan sebagai panggilan untuk melaksanakan Shalat,” katanya.

Terkait hasil pertemuan antara perwakilan peserta aksi dengan pihak Kantor Kementerian Agama Kabupaten Parimo, kata dia, tuntutan yang disampaikan akan diteruskan karena hal itu merupakan sikap Umat Islam di daerah setempat.

Ditanya terkait akan adanya aksi susulan, Muhammad Ikbal, mengaku belum dapat memastikannya.
Pasalnya, Solidaritas Umat Islam Parimo hanya menunggu respon dari Menag Yaqut, atas tuntutan massa aksi yang diteruskan oleh pihak Kantor Kementerian Agama setempat.

“Apakah Menag Yaqut, akan meminta maaf atau tidak, biarlah umat yang menilai,” tandasnya.

Aksi damai yang digelar oleh Solidaritas Umat Islam Parimo dimulai dari lokasi Taman Masigi dengan melakukan longmars menuju Kantor Kementerian Agama setempat.
Dalam aksi damai tersebut, juga mendapat pengawalan ketat aparat Kepolisian dan TNI.
Saat berorasi di depan Kantor Kementerian Agama setempat, perwakilan massa aksi diperbolehkan masuk, menemui perwakilan Kantor Kementerian Agama.