Pemda Parimo Targetkan Predikat Madya KLA

oleh -383 Dilihat
Kepala Bappelitbangda, Irwan, SKM., M.Kes. (Foto : Istimewah)

Sumber : Dinas Kominfo Parigi Moutong

Redaksi Rakyat – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, kembali menggelar rapat persiapan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sebagai upaya menargetkan predikat madya Kabupaten Layak Anak (KLA) yang dipimpin langsung Kepala Bappelitbangda, Irwan, SKM., M.Kes, di ruang kerjanya, Jum’at, 18 Februari 2022.

Dia menyebutkan, OPD yang tergabung dalam tim Satgas KLA ini, yaitu Bappelitbangda, DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas PUPRP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, Bapusarda, Dinas Komunikasi dan Informatika, BPBD, Bagian Hukum dan Perundang Undangan, Kementerian Agama, bersama Wahana Visi Indonesia.

“Perlu kami informasikan, bahwa target kita untuk KLA adalah predikat Madya. Kita juga berharap capaiannya paling lambat di 2023, diakhir masa kepemimpinan Bupati Parimo dan wakilnya,” ujranya.

Kepala DP3AP2KB Parimo yang diwakili Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak, Kartikowati, SKM., MM, mengatakan KLA merupakan kabupaten yang berbasis hak anak.

Sebab, harus melalui perintegrasian, baik masyarakat, wirausaha serta media secara menyeluruh dan berkelanjutan yang mendukung kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak anak.

“Tujuannya adalah mendukung program pemerintah indonesia layak anak di 2030,” jelasnya.

Dia menyebut, dari target 514 kabupaten di indonesia yang melaksanakan KLA, Parimo termasuk yang yang ke 321.

“Di 2019, Kabupaten Parimo mendapatkan penghargaan layak anak. Walaupun di Sulawesi Tengah, yang pertama, tetapi seluruh Indonesia kita ke 321 melaksanakan KLA,” katanya.

Dia menambahkan, untuk mendukung KLA, 23 kecamatan dan seluruh desa yang ada perlu dijadikan layak anak.

Pasalnya, dalam meraih predikat Madya, maka perlu dilakukan beberapa tahapan, termasuk di akhir Maret 2022, akan dilaksanakan penilaian KLA oleh kementerian terkait.

Sehingga, perlunya mempersiapkan apa saja yang menjadi penilaian.
Seperti kawasan tanpa rokok di tempat-tempat umum, di Instansi vertikal maupun non vertikal serta Pojok ASI.

Kemudian, mempersiapkan Infrastruktur Ramah Anak, seperti Taman Bermain Ramah anak, menyediakan sarana instalansi air bersih, mempublikasikan KLA, baik melalui media cetak maupun elektonik, serta menyediakan internet gratis untuk Layak Anak dan lain sebagainya.

“Seharusnya setiap kecamatan mempunyai taman bermain ramah anak,” tandasnya.