Insiden Pendemo Tewas Tertembak, Mabes Polri : USUT

oleh -1391 Dilihat
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo. (Foto : Humas Polri)

Sumber : Humas Mabes Polri

JAKARTA, Redaksi RakyatMarkas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri), menurunkan tim guna mengungkap peristiwa penembakan pendemo di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Hari ini sesuai perintah Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), memerintahkan satu tim dari Divisi Propam, yang juga dibackup Divisi Humas Polri, langsung berangkat ke Sulteng dan Parimo,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (14/02/2022).

Dedi menjelaskan, pelibatan tim dari Mabes Polri dalam rangka membantu Polda Sulteng mengungkap peristiwa tersebut hingga tuntas. Tim dari Polda Sulteng juga didatangkan, seperti Direktorat Kriminal Umum, Inafis, dan tim Laboratorium Forensik (Labfor).

“Komitmen pimpinan Polri sangat jelas, kami akan menindak secara tegas terhadap siapapun anggota yang terbukti bersalah dalam peristiwa yang terjadi di Parimo tersebut,” kata Dedi.

Ia menjelaskan, hasil penyelidikan tim Labfor akan dipantau dan diawasi dan dimonitor Propam serta Humas Polri. Menurutnya, Polri akan transparan menyampaikan hasil pembuktian secara ilmiah kepada masyarakat.

“Kami tidak boleh berandai-andai, polisi juga dalam hal melakukan penegakan hukum secara internal,” tuturnya Mantan Kapolda Kalimantan Tengah.

Dedi menekankan, hasil pembuktian akan disampaikan langsung oleh Kapolda Sulteng. Dia menegaskan, siapapun anggota Polri yang bersalah akan ditindak secara tegas.

“Siapapun anggota yang bersalah sekali lagi komitmen kami akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Sebelumnya, aksi demonstrasi dalam ricuh penolakan aktivitas tambang PT Trio Kencana di Desa Kahtulistiwa Kabupaten Parimo, Sulteng, diwarnai penembakan. Seorang demonstran bernama Erfaldi (21) meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.