Terseret Arus Saat Seberangi Sungai, Pria Warga Sipeso dalam Pencarian

oleh -141 Dilihat
Tim Basnas Palu melakukan persiapan pencarian warga hilang di Sungai Mewatu, Kabupaten Donggala. (Foro : Istimewa)

Laporan : Abdul Farid

Redaksi Rakyat – Badan SAR Nasional (Basarnas) Palu, Sulawesi Tengah, saat ini tengah melakukan pencarian orang hilang Rizal (35) warga di Desa Sipeso, Kecamatan Alindau, Kabupaten Donggala, yang hilang terseret arus sungai Mewatu, pada Minggu 16 Januari 2022.

“Laporan dari istrinya, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 wita. Korban bersama dua orang rekannya hendak pulang dari kebun dengan menyeberangi sungai Mewatu,” ungkap Kepala Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes, dalam keterangan resminya, Senin 17 Januari 2022.

Dia menyebut, saat menyeberang Sungai Mewatu, korban terseret arus sungai. Rekannya, saat itu sempat memberikan pertolongan, namun usahanya tidak berhasil, karena arus sungai sangat deras.

Pencarian juga telah dilakukan oleh keluarga, dan masyarakat setempat, namun sampai saat ini korban belum berhasil ditemukan.

Dia menyebutkan, satu tim rescue kantor pencarian, dan pertolongan Palu yang terdiri dari lima orang, telah diberangkatkan pada Minggu malam pukul 21.00 WITA. Saat ini, tim telah tiba dilokasi kejadian, dan langsung melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat.

Pada Senin pagi 17 Januari 2022, pukul 07.00 WITA, tim SAR gabungan melanjutkan pencarian dengan membagi tim menjadi tiga, yakni SRU I melakukan pencarian dengan menyusuri pinggiran sisi kanan dan kiri sungai, berjalan kaki dengan jarak 1 Km dari Koordinat   0°21’53.13″S 119°47’5.19″T Menuju Koordinat  SRU II   0°22’5.15″S 119°46’8.15″T.

Sedangkan SRU ll kata dia, melakukan pencarian dengan menyusuri pinggiran sisi kanan, dan kiri sungai dengan berjalan kaki dengan jarak 1 kilometer dari  Koordinat 0°22’5.15″S 119°46’8.15″T Menuju Koordinat SRU lll SRU III     0°21’29.52″S 119°45’23.60″T.

Kemudian, SRU lll melakukan pencarian di muara Sungai Mewatu dengan menggunakan rubber boat di area sekitar muara, sebagai upaya melakukan intersave korban, apabila korban hanyut keluar ke arah laut.

“Adapun tim SAR gabungan terdiri dari, rescuer kantor pencarian dan pertolongan Palu, Babinsa, aparat desa dan masyarakat setempat,” pungkasnya.