Disdikbud Parimo Ajak Masyarakat Jadi Agen Pelindung Anak

oleh -3671 Dilihat
Ilustrasi

Laporan : Rhoy

Redaksi Rakyat – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi agen pelindung anak dari kekerasan seksual yang marak di wilayah setempat.

“Sistem pendidikan di Jepang dilakukan sejak usia dini, salah satunya membiasakan anak pergi ke sekolah tanpa didampingi orang tuanya,” ungkap Kepala Bidang PAUD dan DIKMAS, Disdikbud (Parimo), Nurlina, saat ditemui di Parigi, Kamis 6 Januari 2022. 

Menurut dia, dengan penerapan sistem perlindungan anak di Jepang itu, memberikan banyak bukti positif karena semua orang sudah menyadari untuk mejadi pelindung bagi anak.

Hal itu, menjadi mimpi seluruh pemangaku kepentingan terhadap anak usia dini di Indonesia, khususnya di Parimo.

“Sehingga, anak manapun yang ditemui di jalan, semua orang bersifat memberikan perlindungan kepada anak tersebut,” tandasnya.

Kemudian kata dia, satuan pendidikan mulai dari guru, orang tua bahkan masyarakat, wajib memiliki pengetahuan tentang perilaku kekerasan fisik, psikis dan seksual, atau kejahatan lainnya, yang dilakukan teman sebayanya, dan orang dewasa.

Disdikbud kata dia, juga gencar sosialisasikan berbagai regulasi berkaitan dengan tindak kekerasan terhadap anak diseluruh PAUD.

Dia mengatakan, setiap anak usia dini harus diberikan pengetahuan tentang area tubuh yang boleh, dan tidak boleh disentuh oleh orang lain, terkecuali orang tua kandungnya sendiri.

Area tidak wajib disentuh, baik pada anak laki-laki atau perempuan tersebut, di antaranya mulut, dadah dan bagian sensitive lainnya. Hal itu, sesuai dengan peraturan indikator 39 PAUD Holistik Integratif (HI), tentang perlindungan anak.

“Memang, pengetahuan sejak dini penting dibekali kesetiap anak, mulai dari PAUD,” pungkasnya.