Pemda Parimo Lunasi Utang Pelayanan Kesehatan, Jumlahnya Miliaran

oleh -356 Dilihat
Ilustrasi : Pengelola JKN di Dinkes Parimo mengaku tidak tahu soal pencairan dana non kapitasi jasa medis di 2020. (Foto : Istimewa)

Penulis : Novita Ramadhan

Redaksi Rakyat Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, telah melunasi utang bantuan sosial (Bansos) bagi warga miskin yang jumlahnya fantastis, mencapai Rp4 miliar.

“Utang Bansos pelayanan kesehatan yang dibiayai melalui APBD, Alhamdulillah sudah diproses semuanya akhir tahun ini,” ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Parimo, Wulandari Marasobu, saat dihubungi via telepon seluler, Senin, 27 Desember 2021.

Dijelaskannya, utang Bansos senilai Rp4 miliar itu, dibayarkan tenaga kesehatan di Puskesmas yang ada di 23 kecamatan dan tiga rumah sakit.

Pelaksanaan program Bansos pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin tersebut, kata dia, akibat pemutusan kerjasama antara Pemda Kabupaten Parimo, dengan pihak BPJS beberapa waktu lalu.

Anggaran tersebut diperuntukan bagi pembayaran utang di 2020, yang dianggarkan melalui APBD Perubahan di 2021.

Sedangkan kriteria masyarakat miskin penerima Bansos tersebut, dikhususkan bagi yang tidak terdaftar sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS dan tercatat sebagai peserta, namun iurannya menunggak.

“Tahun ini, Pemda Kabupaten Parimo tidak lagi memiliki utang pelayanan kesehatan, karena kerjasama dengan BPJS dilakukan kembali,” katanya.

Dia menambahkan, sekitar 16 juta lebih masyarakat miskin di Kabupaten Parimo, rencananya akan terintegritas PBI BPJS, dengan estimasi anggaran sebesar Rp12 miliar.

Hanya saja, total anggaran tersebut belum bisa dipastikan, karena APBD 2022, masih dalam tahap proses.

Dia berharap, kerjasama yang dibangun kembali oleh Pemda Kabupaten Parimo, dengan BPJS menjadi solusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.

“Sehingga, tidak ada lagi Bansos pelayanan kesehatan tahun depan,” tandasnya.