Tumpang Tindih Penguasaan, BPN Parimo Segera Tuntaskan Persoalan LC

oleh -101 Dilihat
BPN Parimo menggelar konferensi pers di lantai dua kantor Bupati setempat, Selasa (16/11). (Foto : Ozhan)

Penulis : Ozhan

Redaksi Rakyat – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah (Sulteng) akan segera menuntaskan permasalahan Konsolidasi Tanah (LC), meskipun saat ini telah terdapat tumpang tindih penguasaan.

“Kami telah melakukan menyelesaikan pengukuran blok per blok pada tanggal 28 Oktober kemarin. Hasilnya sangat menakjubkan, karena sudah terjadi tumpang tindih prnguasaan, “ ungkap Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan kantor BPN Parigi Moutong,  Lin Kadarwati saat menggelar konferensi pers di lantai dua kantor Bupati setempat, Selasa (16/11).

Dia mengatakan, pihaknya bersih keras ke Pemerintah Daerah (Pemda) menuntaskan pengukuran, meskipun ada desakan dari warga untuk menyelesaikan permasalahan satu per satu saat itu namun pihaknya menolak.

Sebab pihaknya menilai, jika hal itu diselesaikan ditempat, persoalan LC ini akan kembali memakan waktu panjang, dua hingga tiga tahun lagi.

“Kami juga telah meminta kepada Pemerintah Kelurahan Kampal, untuk menyampaikan ke warganya untuk bersabar sebab kami akan menyelesaikan persoalan ini,” ucapnya.

Usai melakukan pengukuran kata dia, pihaknya akan menyelesaikan penguasaan blok per blok karena kompleksnya permasalahan yang terjadi pada tanah LC tersebut.

Pihaknya juga sedang menunggu Sekretaris Daerah (Sekda) Parigi Moutong, untuk memaparkan ke Pemda tentang hasil pengukuran.  Selain itu, berkaitan dengan lokasi-lokasi yang belum selesai ditimbul.

Sebab, belum selesainya penimbunan itu menjadi penyebab masyarakat itu kembali lagi ke posisi semulanya.

“Karena masyarakat dipindahkan, tetapi lokasinya sampai saat ini belum ditimbun. Sementara itu, diamankan Bupati Longki Djanggola telah dibuat kesepakatan penimbunan,” ungkapnya.

Masalah terbesarnya adalah, masyarakat yang telah kembali ke posisi semula, kemudian menjual tanah tersebut. Sehingga, pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa, namun akan tetap berusaha bertanggung jawab menyelesaikan permasalahan itu.

“Ini harus bersinergi dan tidak bisa mengikuti keinginan satu pihak saja, karena tidak akan selesai,” ujarnya.

Dia menyebut, karena hampir sampai dipenghujung tahun, kemungkinan penyelesaian akan berlanjut tahun depan, karena bertemu dengan orang per orang dengan kondisi dan persoalannya jelas membutuhkan waktu.

Saat ini kata dia, pengurusan balik nama untuk tanah LC pihaknya blokir di kantor BPN. Proses penjualan yang terjadi saat ini dibawah tangan.

“Kami tetap akan menyelesaikan, bersama Pemda. Kami akan sampaikan hasilnya nanti,” pungkasnya.