Realisasi Program BRS di Parimo Capai 30 Persen Lebih

oleh -124 Dilihat

Penulis : Novita

Redaksi Rakyat– Dinas Perumahan dan Pemukiman Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menyebutkan realisasi program Bantuan Rumah Swadaya (BRS) di Kecamatan Tinombo Selatan hingga kini baru mencapai 30 persen lebih.

“Beberapa bulan kemarin sudah realisasi tahap pertama, untuk pembayaran materian bahan bangunan dan upah tukang. Artinya, saat itu sudah tercatat progresnya 30 persen, sementara sekarang sudah 30 persen lebih,” ungkap Kepala Bidang Perumahan, Amirudin saat dihubungi, Minggu (26/9/2021).

Dia mengatakan, saat ini pelaksanaan program BSR memasuk realisasi tahap kedua, namun kemungkinan dalam penyalurannya tidak untuk pembayaran upah tukang. Sebab, pihaknya menginginkan progress harus tercapai sesuai dengan kesepakatan lebih dulu, baru pembayaran dapat dilakukan.

Tujuannya kata dia, untuk memotivasi masyarakat untuk mengejar target pembangunan yang tertinggal saat ini.

“Biasanya seperti itu, penyaluran tahap dua ini tidak disertakan upah tukang untuk memotivasi mereka. Nanti setelah 100 persen progress baru penyelesaian pembayaran,” jelasnya.

Dia mengakui, memang terjadi keterlambatan progress pembangunan dalam program BRS di Parimo. Sebab, program yang diselenggarakan dengan system gotong royong memang sering mengalami hambatan demikian.

Hanya saja, pihaknya optimis pembangunan BRS itu dapat terselesaikan di tahun 2021 ini. Dia juga mengakui, mesim penghujan dan pandemic Covid-19 saat ini juga menjadi beberapa kendala yang dihadapai, dalam proses pembangunan.

“Harusnya bukan Oktober nanti sudah selesai. Tapi kalau melihat dari pengelaman tahun sebelumnya, kadang lewat dari kontrak, namun  kami upayakan tidak menyeberang tahun,” kata dia.

Penerima BRS kata dia, dipusatkan di Kecamatan Tinombo Selatan dengan total 47 unit, tersebar di Desa Poli 15 unit, Desa Sinei 16 unit, dan Desa Maninili Utara 16 unit.

Dia mengatakan, program BSR bersumber dari Dana Alokasi Khusus 2021 itu, menggunakan satu fasilitator, mengacu pada aturan yang menetapkan satu fasilitator untuk 50 unit rumah.

“Rekrutmen fasilitatornya kami lakukan secara terbuka kemarin, kami sosialisasikan melalui media. Ada beberapa yang mendaftar, dan ditetapkan satu orang yang dianggap memenuhi syarat berdasarkan keahliannya,” jelasnya.

Sebelum anggaran dikucurkan, pada tahun 2020 pihaknya telah melakukan pengusulan data calon penerima bantuan melalui aplikasi, bekerja sama dengan Bappelidbangda Parimo.